Hardiknas!

Hari ini, sebagian kita mungkin bersorak merayakan kebahagiaan, tumbuh dengan mengenyam pendidikan yang layak.
Teringat indonesia, berabad lalu terjajah di tanah sendiri,
Orang tua kita bersekolah, ilmu nya untuk mengabdi pada koloni.
Tapi tahukah kamu, kawan?
Betapa pendidikan mampu membuktikan bahwa ia dapat mencetak manusia.
Manusia-manusia yang oleh generasi kini dikenang sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan.

Namun,
Bagaimana dgn wajah pendidikan hari ini?
Mereka yang mengaku Maha Terpelajar, asik nonton di bioskop, menikmati jajanan ala eropa di mall kota.
Mereka yang bergelar sarjana, berjalan sambil mengangkat dagu dengan hebatnya di sudut kota yang banyak pengemisnya,
Mereka yang mengaku terdidik, kini telah mengkhianati tujuan mulia pendidikan; yaitu mencetak manusia

Siapa yang hendak kau salahkan, kawan?

Di sepanjang pantai losari,
Kau dapati silih berganti bocah-bocah manis menghampirimu,
Bernyanyi dengan alat musik sederhana ala pengamen jalanan,
Sebagian mereka terlihat gembira,
Mungkin saja hasil ngamennya lebih dari biasanya.
Sedang yang lain, tak dapat sembunyi di balik raut wajah yang ceria,
Ya. Harusnya, mereka sedang di rumah masing-masing,
Mengerjakan tugas dari guru ditemani secangkir susu buatan ibu.

Siapa yang hendak kau salahkan, kawan?

Bangkit dari tidurmu,
Apakah pendidikan yang kau tempuh hanyalah demi sebuah gelar dan status sosial?
Apakah pendidikan diciptakan untuk mencetak kaum individualis yang rakus?
Bukankah pendidikan ibarat lilin penerang jalan kemanusiaan?
Bukankah pendidikan disediakan untuk mencetak generasi pengabdi bangsa?

Selamat Hari Pendidikan,
Salam hormatku untuk siapapun yang memperjuangkan ilmu demi mencapai kesempurnaan insani 🌹

2 Mei 2017.

[Salam Peradaban]

Komentar

Postingan Populer